Our Page \(^0^)/

Selasa, 15 November 2011

Real Steel


'Real Steel', Robot Penyelamat Hubungan Ayah & Anak

Tak bisa dipungkiri anak pasti punya karakteristik yang sama dengan ayah kandungnya. Bukan sebuah kebetulan!




Kocap kacaritanya Real Steel pada tahun 2020, di mana olahraga tinju tidak lagi dilakukan oleh manusia, melainkan robot petinju yang dikendalikan oleh para manusia dengan tujuan agar para robot yang bertanding dapat bertarung habis-habisan. Seorang mantan petinju Charlie Kenton (Hugh Jackman) ditampilkan menjadikan laga tinju para robot sebagai mata pencahariannya. Dan Charlie bukanlah seorang pengendali robot yang baik. Robot yang ia kendalikan seringkali mengalami kekalahan dan kehancuran sehingga membuat Charlie kerap kali berada dalam kesulitan finansial. Hutang yang menumpuk di tengah hidup yang serabutan semakin lengkap saat mantan kekasihnya yang meninggal malah meninggalkannya seorang putra berusia 11 tahun bernama Max. Dalam kondisi yang serba sulit ini, Charlie "menjual" Max pada bibinya yang bersuamikan seorang pria tua konglomerat dalam kurun waktu 2 minggu. Sambil menunggu, Max yang memang keranjingan robot justru melengkapi hidup Charlie yang berantakan, terutama dengan kehadiran robot "sparring" Atom yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya untuk dapat bertarung.

Cerita yang ditulis oleh Dan Gilroy dan Jeremy Leven kemudian dikembangkan sedemikian rupa oleh penulis skrip John Gatins yang mengambil setting waktu kisaran tahun 2020 dengan fokus pada teknologi canggih nan futuristik sudah diterapkan dimana-mana. Yang menyejukkan nuansacountry Amerika Serikat begitu menarik ditampilkan dalam mendampingi perjalanan ayah-anak Charlie dan Max Kenton selama berpetualang menjelajahi rimba pertarungan robot petinju dari satu tempat ke tempat lain.

Real Steel memang sebuah film yang kisahnya sederhana dengan kombinasi soal cinta dan perjuangan. Apapun cobaan yang diterima, kita tidak boleh menyerah, bangkit dan bangkit itulah kuncinya. Film aksi drama yang layak ditonton seluruh anggota keluarga guna merefleksi ulang pentingnya iron will dalam kehidupan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar